Menu

Title

Subtitle

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.

Konsep Pendekatan Geografi Kompleks Wilayah

March 7, 2017
Serupa unik disiplin kapasitas, geografi menyimak suatu orde alam yang terdiri kepada bagian-bagian yang saling tersekat. Aliran energi dalam suatu sistem menghasilkan perubahan. Regenerasi yang sinambung akan menciptakan suatu bentuk keseimbangan orde.

Suatu komposisi terdiri daripada tiga sesi berbeda, input, output & komponen. Kita ambil aja Tv misalnya. Kita dapat menonton tv tidak terlepas dari orde yang bertindak didalam tv tersebut. Berjalannya sistem tersebut karena ketiga bagian dalam sistem tersambung bersama; sesi input yang merupakan listrik, bagian output yang berona gambar serta suara, juga bagian segi seperti layar, speaker, remote, dan antena. Tanpa ketiga bagian atas sistem itu tersambung, kita tidak dapat menonton tv.

Pada koordinasi yang beroperasi baik, semua komponen mesti tersambung bertepatan. Planet Jagat yang mempunyai banyak unsur dapat dilihat sebagai komposisi yang bertautan dan sangat besar. Di dalam sistem Bumi, input adalah energi yang datang dari Matahari serta juga daya yang berasal dari dalam Bumi, menyerupai tenaga tektonik. Output ialah perubahan taat asas yang sanggup dilihat pada sekitar kita dalam daerah sekeliling fisik dan manusia, diantaranya panas dan hujan.

Sistem Bumi kadang suatu orde yang susah, sehingga jalan terbaik untuk mempelajarinya secara memahami pada setiap komponen komponennya dengan berbagai pendekatan di dalam geografi. Ini lah geografi mulai sudut permufakatan sistem. Pendekatan ini langsung mengalami kemajuan hingga tanda geografi segar. Dalam geografi modern yang dikenal beserta geografi terpadu (Integrated Geography) digunakan 3 pendekatan ataupun hampiran. Ketiga pendekatan tersebut, yaitu interpretasi keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan susah wilayah.

1. Pendekatan Wilayah
Dari namanya dapat ditangkap bahwa permufakatan ini bakal menekankan di dalam keruangan. Perembukan ini menumpukan pada pertarungan lokasi mulai sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, figur, dan metode. Struktur keruangan terkait secara elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, garis, dan daerah. Sedangkan contoh keruangan berkaitan dengan mandala distribusi ketiga elemen ini. Distribusi ataupun agihan butir geografi ini akan membentuk pola seperti memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri perihal dengan perubahan elemen perancang ruang. Terampil geografi berwarung mencari faktor-faktor yang mengukuhkan pola penyebaran serta cara mengubah arketipe sehingga dicapai penyebaran yang lebih bagus, efisien, & wajar. Interpretasi suatu sengketa menggunakan pendekatan ini bisa dilakukan secara pertanyaan 5W 1H diantaranya berikut ini.
Problem What (apa), untuk mengetahui jenis petunjuk alam yang terjadi.
Perbincangan When (kapan), untuk mengetahui waktu terjadinya fenomena bumi.
bangkudepan.com Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat realitas alam berlanjur.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya petunjuk alam.
Pertanyaan Who (siapa), untuk mengetahui subjek atau pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena tempat.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui metode terjadinya kenyataan alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Persidangan ini tidak hanya mendasarkan pada kontak organisme dengan lingkungan, tapi juga dikaitkan dengan kenyataan yang terselip dan juga perilaku khalayak. Karena pada umumnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, adalah perilaku & fenomena putaran. Sisi tindak tanduk mencakup 2 aspek, yakni pengembangan rasa dan penafsiran lingkungan. Kesesuaian keduanya inilah yang jadi ciri khas pendekatan ini. Menggunakan keenam interogasi geografi, analisis dengan perembukan ini masih bisa dikerjakan. Nah, lihat contoh analisis mengenai terjadinya banjir di Sinjai berikut dan kau akan memperoleh perbedaannya secara pendekatan keruangan. Untuk menyimak banjir dengan pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tindakan sebagai berikut.
Identifikasi keadaan fisik yang mendorong terjadinya bencana tersebut, seperti spesies tanah, topografi, dan vegetasi di lokasi itu.
Persepsi sikap dan perilaku bangsa dalam mengusahakan alam dalam lokasi ini.
Identifikasi eksploitasi yang terselip kaitannya secara alih kegunaan lahan.
Menganalisis hubungan jurang budi daya dan dampak yang ditimbulkannya hingga menyebabkan luapan.
Menggunakan dampak analisis itu mencoba memperoleh alternatif pemecahan masalah ini.

3. Kompleks Wilayah

Pengurangan ini menumpukan pada relevansi antara interpretasi keruangan & analisis ekologi. Analisis ini menekankan penjelasan ”areal differentiation” yaitu adanya perbedaan perompak tiap-tiap area. Perbedaan ini mendorong unik wilayah mampu berinteraksi beserta wilayah lain. Perkembangan area yang baku berinteraksi terjadi karena terdapat permintaan dan penawaran.

Contoh analisis kompleks wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan permukiman. Langkah asal, dilakukan identifikasi wilayah laten di pendatang Jawa yang memenuhi taklik minimum, sebagaimana kesuburan tanah dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Mulai hasil persepsi ini dirumuskan rancangan untuk jangka lama dan jangka pendek untuk pengembangan kerajaan tersebut.

Go Back

Comment